Thursday, October 11, 2012

MOM's VIEW: Berat, tapi insya Allah berkah...

Proloog: Sebelum membaca coretan saya, mohon disadari sebelumnya, ini tentang thibbunnabawi, mungkin saya memang menjual obat, tapi insya Allah, ini usaha saya untuk mendapat sedikit cucuran dari gelombang berkah Allah…

Beberapa tahun yang lalu. Kira-kira jam 10 pagi itu, saya terima sms dari teman smu yang sudah lama tak berkirim kabar. Isinya minta didoakan karena ayahnya akan dicuci darah.

Sedikit aneh, karena seingat saya, ayah teman smu saya itu sudah lama menderita sakit jantung. Bahkan saya sempat menjenguk ke Harapan Kita ketika dirawat lima atau enam tahun lalu. Bukankah, kalau tidak salah,  cuci darah itu treatment buat sakit ginjal?
Jam 2 siangnya saya tidak terima sms lagi dari teman saya itu, melainkan telfon, “Solas, ayahku wafat, mohon maaf yah, kalau beliau ada salah,” Kata teman saya tersendat.

Usai penguburan saya berbincang dengan teman saya itu. Ya, memang Almarhum menderita sakit jantung. Sudah dua tahun beliau rutin mengkonsumsi obat untuk jantungnya dari dokter. Jantungnya memang aman-aman saja, namun rupanya ada organ lain yang tak sengaja terkena efek obat jantung tersebut, yaitu ginjal. Sayang, terdeteksinya sangat-sangat terlambat. Usaha cuci darah tidak membantu, ginjalnya sudah rusak teracuni obat.
Mungkin inilah, titik tolak saya untuk semakin yakin kepada pengobatan ala Nabi…   Sehingga, saya semakin bertekad untuk memasyarakatkan thibbunabawi, walau ternyata sulit…
Yah, siapa bilang berdakwah itu gampang?
Jangankan orang-orang yang belum kita kenal, kepada saudara, bahkan orang tua sekalipun, yang namanya mengenalkan thibbunabawi itu sulitnyaaa…

Contohnya, Ibu saya mengidap sakit jantung, segala macam herbal saya tawarkan, gratis tis tis, (masa sama ibu sendiri dihargain yah?). Ibu hanya mencoba satu dua kali saja, tapi setelah itu berhenti. Ngga ada perubahan katanya…
Well, memang salah satu ciri khas pengobatan herbal adalah, lama dan bertahap. Seperti sholat, kalau cuma sekali-kali, tidak rutin, tidak kontinyu, tak bakal terasa manfaatnya di perilaku kita sehari-hari. Begitu juga pengobatan herbal. Makanya, saya sering menekankan kepada para customer herbal saya, untuk memakai/meminumnya secara rutin, misalnya madu, dan lain-lain.
Itu setelah beberapa kali minum, baru terasa khasiatnya.

Oya, bukan berarti saya anti dokter dan obat kimia lho… Farras pernah ke rumah sakit karena pelipis nya robek jatuh dari motor. Sebelum dibawa ke rs saya kasih minyak tawon, karena terbukti ampuh menyetop darah yang mengalir. Di rumah sakit, baru dijahit lukanya.

Di kotak obat saya, masih ada obat penurun panas. Biasanya saya pakai ketika anak panasnya cukup tinggi dan saat malam. Untuk menghindari step/ kejang karena panas. Tapi kalau panasnya tidak terlalu tinggi saya pasti beri madu. Oya, masih ada tensoplast juga, hahaha…

Epiloog:
Ah, jadi ingat buku: Rasulullah is My Doctor nya Jerry D. Gray… Kapan yah, saya sempat bbikin resensi itu buku. Bermanfaat banget buat kita yang masih ragu dengan pengobatan ala nabi. Insya Allah someday, I will…

No comments:

Post a Comment