Thursday, September 20, 2012

MOM's VIEW: Menyoal Typhus

Proloog:
Lihat QN tentang anak yang sakit typhus, jadi ingin bahas sedikit tentang penyakit ini, tapi karena tiga anak saya belum pernah (mudah2an tidak akan pernah) jadi saya ambil dari blog sebelah, yaitu:

Tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhosa. Sebagai penyebab tipes, bakteri Salomenella Typhosa bisa masuk ke dalam perut karena tertelan lewat makanan atau minuman tercemar. Bakteri ini kemudian bersarang di usus halus, lalu menggerogoti dinding usus. Jika kondisi ini dibiarkan, usus bisa luka dan sewaktu-waktu tukak tipus bisa jebol dan usus jadi bolong.
Kebanyakan penyakit tipes ditularkan melalui kotoran. Termasuk kuman yang hidup normal dalam usus hewan, ternak dan reptil, sumber daging unggas unggas kurang matang, telur, melalui anjing, kucing, makanan dan minuman tercemar (batu es), dari carrier yaitu orang sehat tetapi membawa kuman.

Gejala Penyakit Tipes

Berikut adalah gejala penyakit tipes: Penyakit tipes bisa menyerang saat bakteri tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Kemudian mengikuti peredaran darah, bakteri ini mencapai hati dan limpa sehingga berkembang biak disana yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba.
Gejala klinik tipes pada anak biasanya memberikan gambaran klinis yang ringan bahkan dapat tanpa gejala (asimtomatik). Secara garis besar, tanda dan gejala yang ditimbulkan antara lain:
  1. Demam lebih dari seminggu. Siang hari biasanya terlihat segar namun menjelang malamnya demam tinggi.
  2. Lidah kotor. Bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah. Biasanya anak akan merasa lidahnya pahit dan cenderung ingin makan yang asam-asam atau pedas.
  3. Mual Berat sampai muntah. Bakteri Salmonella typhi berkembang biak di hatidan limpa, Akibatnya terjadi pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual. Dikarenakan mual yang berlebihan, akhirnya makanan tak bisa masuk secara sempurna dan biasanya keluar lagi lewat mulut.
  4. Diare atau Mencret. Sifat bakteri yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang akhirnya terjadi diare, namun dalam beberapa kasus justru terjadi konstipasi (sulit buang air besar).
  5. Lemas, pusing, dan sakit perut. Demam yang tinggi menimbulkan rasa lemas, pusing. Terjadinya pembengkakan hati dan limpa menimbulkan rasa sakit di perut.
  6. Pingsan, Tak sadarkan diri. Penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak pergerakan, namun dengan kondisi yang parah seringkali terjadi gangguan kesadaran.

Pantangan Makanan Untuk Penyakit Tipes

Sayur – sayuran tinggi serat (bayam, kangkung, dll)
Pedas (cabe, merica)
Pada lima hari pertama buah – buahan juga tidak diperkenankan, kecuali air jeruk yang diminum sesudah makan.
Semoga bermanfaat. Syafakallaah buat yang sedang sakit, semoga Allah memberikan kesembuhan dan kesehatan kepada kita dan anak-anak kita selalu Aamiin Ya Rabb..


MOM'S VIEW: Bagai Putus Cinta

Punya anak tiga, lain-lain ternyata pengalaman menyapihnya...

Farras, Anak Pertama,
Ga sempat nyapih... Iya, Udah berhenti sendiri. Belum dua tahun pula usianya.Kalo ngga salah setahun tujuh bulan deh, farras mulai ogah minum ASI.
Mungkin karena waktu itu saya masih kerja kantoran, tanpa prt dan art pula, jadi makin lama makin berasa cape, makin tak enak pula rasa si ASI tersebut.
Atau mungkin karena gigi Farras yang sudah banyak tumbuh, dan sering menggigit sehingga saya kesakitan, dan lalu membuat saya seperti trauma kalau menyusui, sehingga secara psikologis,membuat air susu susah keluar. Entahlah...

Faiz, anak kedua,
Karena udah pengalaman, meski masih kerja, Faiz lulus S2 nya, alias ASI sampai dua tahun. bahkan lebih, ahahaha...
Tadinya, kukira Faiz bakal berhenti sendiri juga. Rupanya tidak, saudara-saudara.
Waktu usia dua tahun kurang dua minggu, saya berencana menyapihnya. Saya oles pake minyak tawon diam-diam. Nah, waktu Faiz mulai menghisap, sekejap dia lepas.
Ada yang aneh pastinya. Tapi cuma sebentar. Dia hisap lagi. Ngga mempan ternyata.
Jadilah saya manual mencegah Faiz tidak minum ASI, menghindar, menahan dengan segala cara.
Sempat dua hari tidak minum ASI. Cuma air putih, dan susu formula. Tapi selang tiga hari, Faiz kena sariawan. Bibirnya kering, pecah-pecah.Badannya kelihatan kurus, walau cuma beberapa hari tidak menyusu. Akhirnya saya tidak tahan. Saya kasih lagi lah itu ASI. Sampai tiga tahun!
Nah, gimana berhentinya? So simple.
Di antara ketiga anak saya. Pertumbuhan Faiz paling menonjol. 11 bulan sudah jalan, sepuluh bulan ngomongnya lancar benar dan jelas pula. Nah, ketika kakaknya sekolah, faiz kepingin ikut. Jadi tiga tahun kurang gitu, dia sudah ikut playgroup bersebelahan dengan kelas Farras. Tapi ASI tetep jalan lho...
Jadi jadwal menyusunya itu pulang sekolah ^_^
Satu hari, pulang sekolah dia menagih jadwalnya. Iseng saya berucap, "Ih, malu faiz, kalo faiz nenen, tiba2 ada temen sekolah faiz datang, terus ngeledek; 'ih faiz masih nenen.."
Subhanallaah, langsung berhenti. Tepp, saat itu juga sampai sekarang... Piece of cake yah.. hihihi...

Firly, si bungsu (insya Allaah)
Pengalaman ketiga inilah yang saya bilang berasa putus cinta.
Saat Firly lahir, saya sudah resmi berhenti kerja. Jadi full time bener deh saya menyusui si bungsu ini.
Menyusuinya pun sangat-sangat santai, seringnya malah sambil baringan. Mata saya dengan mata firly saling menatap.
Duh, maafin ummi ya, Faiz, Farras, kalau kalian tidak dapat best quality time in breastfeeding...
Mengingat pengalaman Faiz, saya jadi ragu untuk menyapih Firly. Dua tahun lewat, Firly masih bergantung betul dengan ASI, padahal, sekitar dua bulan sebelum dua tahun saya sudah memperkenalkan susu UHT. Doyan sih, tapi lebih doyan lagi dengan ASI, hihihi.. Dua tahun lewat dua bulan, tiga bulan... Aduh saya makin bingung...
Dan, entah kenapa, seperti sadar akan kemungkinan lepas ASI, Firly makin getol menyusunya. Hampir tiap saat ketika rumah sepi (Abi kerja, dua kakak nya sekolah), sepanjang hari Firly menempel saja. Kaya lagu, mau tidur ingat nenen,bangun tidur ingat nenen, kalau nangis, jatuh lah atau kelahi dengan kakak2nya, ingat nenen... Huffft...
Kerjaan rumah tangga terbengkalai. Bingung bin gemes. Padahal ngga ada art atau prt...
Hingga satu sore, di kamar Firly nangis minta menyusu. Dua kakak dan abinya sedang di ruang keluarga. Terasa sudah habis akal, saya ambil minyak kayu putih, di depan dia, bismillah, saya oles itu minyak ke (maaf) payudara saya tepat di hadapan Firly. Firly nangis sejadi-jadinya. Haduuh... perasaan saya tercabik-cabik (maaf lebay but its true)
Duhai, saya merasa kejam pada si bungsu ini. Abi dan dua kakaknya tergopoh masuk ke kamar ketika mendengar jeritan tangis Firly.
Aku jelaskan terbata pada abi. Dia langsung memeluk Firly (bukan meluk saya lho :P ). Di bawa keluar. Firly masih menangis sambil menatap saya dengan tatapan "how could you" yang memelas... Subhanallaah, Astagfirullah..
Saya seperti memutuskan sekaligus diputuskan cintanya... Saya nangis sesenggukan, beneran... huffft...
That night was a looong night... Firly tidur sama abinya. Biasanya kalau malam menangis,langsung berhenti kalau sudah menyusu.
Tapi malam itu, saya dan abinya bergantian mengelus punggungnya.
Besoknya saya tetapkan hati untuk tidak memberinya lagi, walau keadaan sepi. Ada rasa cemas, kalau-kalau kesehatannya menurun. Ada rasa ragu, campur aduk.
Dan.. voila, satu minggu (lama ya) kemudian Firly sudah 100% bebas ASI. Maksudnya, tanpa minta, tanpa nangis. Sekarang dia rutin minum susu UHT. Dan, madu tentu saja.
Kalau ditanya, atau saya sodorkan, "Firly, nenen?" Dia jawab tegas, "Nda mau, bau utih" maksudnya bau minyak kayu putih.
Hihihi... Alhamdulillaah... 

Sunday, September 16, 2012

(FF Keluarga MPers) Gara-gara Bunda Ima

Ini hari ketiga Wafa pulang sekolah membawa sesuatu dalam tasnya. Dua hari yang lalu kulit pisang,kemarin setangkai ranting mawar, dan hari ini, ini yang paling bahaya, sebilah paku.
Syukurlah tidak terkena tangan mungilnya. 

Melihat bawaan Wafa siang ini membuatku makin khawatir. Besok bawa apa lagi? Anak empat tahun, tugasnya sudah macam-macam. Kata Wafa benda-benda itu dia pungut dari jalan. Tapi, saat kutanya siapa yang menyuruhnya. Dia jawab, “Bunda Ima.” Guru PAUD nya.
Duh, apa maksudnya. Apa dia mau ajarkan anak didiknya untuk jadi pemulung? Hufft.
Di antara teman-temannya, Wafa mungkin masuk golongan kurang mampu,tapi bukan berarti pantas diajarkan menjadi pemulung kan…  Harga diriku sedikit tergores …
Kutanya Mama Alif, tetangga yang mau berbaik hati mengantar dan menjemput Wafa. Beliau tidak tahu.
Alif tak membawa apa-apa pulang sekolah.  Lagipula mereka langsung naik Mionya Mama Alif setiap pulang atau berangkat sekolah. Tuh kan, cuma Wafa… 

Hari ini, dengan hati panas, warung nasi kututup sementara. Sambil menggendong Ais dan kutuntun Wafa,aku bertemu Bunda Ima.

Setelah mengerutkan dahi beberapa saat, ia tersenyum. “Oh ya,  empat hari yang lalu ada guru yang sakit, kami mengumpulkan infak, Wafa terlihat sedih, Ummi hanya membekalkan nasi tiap hari bukan uang,jadi tidak bisa ikut infak,” ia meneruskan, “Jadi saya bilang, Wafa, beramal bukan cuma itu,menyingkirkan sesuatu dari jalan pun, misalnya duri atau semacamnya yang bisa mencelakakan orang,Wafa sudah mendapat pahala dari Allah…”  ***

Jumlah kata: 233

Inspired by:
Dalam sebuah riwayat disebutkan, ada seorang laki-laki yang tak pernah mengerjakan sebuah kebajikan sedikit pun, kecuali ia pernah menyingkirkan sepotong duri dari jalanan atau ia menghilangkan sepotong dahan pohon yang membahayakan orang lain. Dengannya Allah lalu memasukkannya ke dalam surga. (HR. Bukhari)